Posted in

Membeli Domain Pertamamu dan sambungkan ke Cloudflare

Melanjutkan petualangan: FileBrowser: Membangun Brankas Pribadi

Selama ini, aku mengakses server netbook-ku dengan mengetik angka-angka kaku seperti 192.168.1.15. Rasanya seperti memanggil teman akrab pakai nomor NIK—efektif, tapi sama sekali nggak punya jiwa. Selain susah dihafal, angka ini cuma berlaku di dalam rumah.

Agar “brankas digital” ini bisa dipanggil dengan nama keren dan lebih mudah diakses nantinya, aku butuh satu hal: Domain.

1. Berburu “Alamat” Murah Meriah

Banyak yang mengira punya domain itu mahal. Padahal, untuk kebutuhan personal, kita punya pahlawan lokal bernama ekstensi .my.id atau .web.id. Harganya? Seringkali lebih murah dari segelas kopi kekinian—hanya sekitar Rp12.000 hingga Rp15.000 per tahun.

Kamu bisa belanja di penyedia (registrar) mana saja. Beberapa langganan komunitas self-hosting di Indonesia antara lain:

  • Buana.net atau RiauCyberSolution: Terkenal murah dan prosesnya cepat untuk domain lokal.
  • GoDaddy: Kalau kamu punya budget lebih dan pengen ekstensi internasional.

Prosesnya simpel: Cari nama yang kamu suka (misal: diaraji.my.id), masukkan ke keranjang, bayar pakai QRIS, dan voila! Kamu resmi punya kapling di jagat internet.


2. Kenapa Harus Cloudflare?

Setelah punya domain, aku nggak langsung mengarahkannya ke laptop bututku. Kenapa? Karena aku ingin keamanan ekstra. Di sinilah Cloudflare masuk.

Cloudflare itu ibarat satpam sekaligus resepsionis. Dia yang akan menyembunyikan IP asli rumahku, melindungi dari serangan jahat, dan menyediakan sertifikat SSL (si gembok hijau https) secara gratis.


3. Ritual Menghubungkan Domain ke Cloudflare

Mari kita buat domain baru kita lebih “bertenaga” dengan memindahkannya ke Cloudflare.

Step A: Daftar Cloudflare

  1. Buka Cloudflare.com dan buat akun.
  2. Klik “Add a Site”.
  3. Masukkan nama domain yang baru kamu beli (misal: diaraji.my.id).
  4. Pilih paket Free (paling bawah, jangan tertipu paket berbayar).
  5. Cloudflare akan memindai DNS lama kamu. Klik saja Continue.

Step B: Operasi Ganti Nameserver (Penting!)

Sekarang Cloudflare akan bilang: “Oke, tapi kasih tahu registratormu kalau sekarang aku yang jaga domain ini.” Kamu akan diberikan dua baris alamat, biasanya seperti:

  • amanda.ns.cloudflare.com
  • kevin.ns.cloudflare.com

Langkah selanjutnya:

  1. Login ke panel tempat kamu beli domain (Buana.net/RCS/dkk).
  2. Cari menu Domain Management > Nameservers.
  3. Pilih Use Custom Nameservers.
  4. Hapus semua nameserver bawaan, lalu masukkan dua alamat dari Cloudflare tadi.
  5. Klik Change Nameservers.

Catatan: Proses pemindahan (propagasi) ini butuh waktu. Kadang sekejap, kadang butuh beberapa jam. Sambil nunggu, kamu bisa seduh kopi kedua.


4. Cek Status

Kembali ke dashboard Cloudflare dan klik “Check Nameservers”. Kalau sudah muncul tulisan “Great news! Cloudflare is now protecting your site”, artinya domainmu sudah resmi di bawah perlindungan sang “Awan”.

Kesimpulan: Siap Go Public?

Sekarang domainmu sudah siap. Laptop bututmu sudah punya nama resmi, dan Cloudflare sudah berdiri tegak di depannya sebagai perisai.

Tapi tunggu dulu. Domain sudah ada, tapi dia belum tahu cara “ngetuk pintu” rumahmu yang tertutup router dan IP dinamis. Bagaimana cara menghubungkan domain di Cloudflare ini ke laptop butut tanpa buka-tutup port yang bahaya?

Langkah selanjutnya:

Di artikel berikutnya, kita akan bahas rahasia terakhir: Cloudflare Tunnel. Cara paling aman buat bikin server rumahmu bisa diakses dari seluruh dunia tanpa perlu IP Publik statis. Mau tahu caranya?


Gimana, sudah pas dengan alur ceritamu? Beritahu saya kalau ada detail teknis yang mau ditambah atau dikurangi!